IHSG menguat jelang rilis data inflasi Juni

IHSG kami perkirakan akan bergerak menguat namun terbatas, menunggu data-data ekonomi tersebutJakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi menguat menjelang rilis data inflasi Juni 2020 oleh...

IHSG menguat jelang rilis data inflasi Juni

IHSG kami perkirakan akan bergerak menguat namun terbatas, menunggu data-data ekonomi tersebut

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi menguat menjelang rilis data inflasi Juni 2020 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Rabu siang.

IHSG menguat 11,04 poin atau 0,23 persen ke posisi 4.916,43. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 2,61 poin atau 0,35 persen menjadi 758,81.

"Dari dalam negeri, hari ini diperkirakan investor akan menunggu rilis data ekonomi seperti inflasi dan indeks keyakinan konsumen. IHSG kami perkirakan akan bergerak menguat namun terbatas, menunggu data-data ekonomi tersebut," tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam laporan yang dikutip ANTARA di Jakarta, Rabu.

Inflasi Juni diprediksi akan cenderung rendah sehingga membuat adanya potensi penurunan suku bunga acuan kembali oleh Bank Indonesia pada Juli ini.

Dari eksternal, bursa saham AS pada perdagangan semalam ditutup menguat. Penguatan bursa AS di akhir semester I 2020, selain akibat aksi window dressing di penghujung kuartal, juga didukung berbagai faktor.

Window dressing adalah strategi yang dilakukan oleh manajer investasi maupun perusahaan terbuka untuk mempercantik portofolio atau performa laporan keuangan sebelum ditampilkan kepada para pemegang saham.

Baca juga: Wall Street berakhir lebih tinggi, Dow Jones terangkat 217,88 poin

Salah satu faktor lainnya adalah Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin yang menyatakan ekonomi AS cukup kuat untuk pulih dari pandemi COVID-19. Serta ada harapan pada beberapa penelitian vaksin yang menunjukkan hasil tes yang positif.

Selain itu, stimulus yang diberikan pemerintah juga membuat bursa AS mengakhiri kuartal II 2020 dengan penguatan yang cukup tinggi.

Dari pasar komoditas, harga minyak dunia turun tipis pada perdagangan semalam. Turunnya harga akibat kekhawatiran terus meningkatnya kasus COVID-19 terutama di AS.

Baca juga: Minyak turun ketika kasus corona meningkat dan produksi Libya bangkit

Selain itu, Organisasi Kesehatan Internasional (WHO) juga memberikan pernyataan bahwa mungkin saja hal terburuk akibat wabah COVID-19 belum terjadi.

Serta keinginan Libya untuk mengekspor kembali minyaknya setelah tidak diperbolehkan akibat adanya perang di negara tersebut sejak Januari.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 21,56 poin atau 0,1 persen ke 22.309,7, indeks Shanghai naik 9,16 poin atau 0,31 persen ke 2.993,83, dan indeks Straits Times menguat 22,49 poin atau 0,87 persen ke 2.612,4.

Baca juga: Nikkei Jepang dibuka lebih tinggi ikuti kenaikan Wall Street

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Let's block ads! (Why?)