Indra Sjafri paparkan lima keputusan dalam rapat Komite Teknik AFC

Jakarta (ANTARA) - Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri memaparkan lima hal yang dibahas dalam pertemuan virtual bersama dengan Komite Teknik Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pada Senin (9/11).Pada rapat yang dihadiri Ketua Komite Teknik AFC Kohzo Tashima, Direktur Teknik AFC Andy Roxburg dan Sekjen AFC Dato’ Windsor John itu, disebutkan bahwa pembatalan atau penundaan beberapa event sepak bola di bawah AFC tidak boleh menjadi penghalang untuk memajukan sepak bola. Adapun lima hal yang menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut beragam mulai dari pergantian musim Liga Champions Asia hingga kursus pelatihan dari AFC. Baca juga: Menpora tanggapi kabar Piala Dunia U-20 yang tak masuk kalender AFC “Terdapat lima keputusan dari rapat tersebut,” kata Indra Sjafri dalam laman resmi PSSI dikutip Selasa. “Kelima keputusan itu adalah pergantian musim Liga Champions Asia (Proposal dari Asosiasi Sepak Bola Jepang), pertimbangan ulang dari Pengakuan Pengalaman dan Kompetensi Saat ini (RECC), “...Regulasi dan panduan yang direvisi untuk piagam AFC Grassroots dan Youth Scheme AFC Elite, pembentukan panel pendidikan pelatih AFC Baru, AFC Grassroots Panel dan AFC Youth Panel, dan kursus pelatihan khusus AFC,” ujar Indra yang terpilih sebagai anggota Komite Teknik AFC periode 2019-2023 pada Desember lalu. Terkait kursus pelatih, Indra menjelaskan bahwa AFC melarang anggotanya untuk menurunkan standarisasi sertifikat atau lisensi pelatih. Pelatih harus memenuhi syarat kualifikasi minimun yang telah ditetapkan oleh AFC, termasuk kualitas dalam melindungi pemain serta menjaga standar tim tetap tinggi. Baca juga: FIFPRO kecewa AFC diam-diam pindahkan Liga Champions Asia ke Doha Aturan juga berlaku untuk standardisasi pelatih kiper serta pelatih fisik. Selain pengalaman, mereka juga harus memiliki lisensi yang sesuai dengan standar AFC. “Ini berlaku untuk pelatih lokal maupun asing. Khusus pelatih asing di Indonesia kami harus punya sertifikat atau lisensi yang diakui oleh AFC,” tutur pria yang pernah menjadi pelatih Timnas Indonesia U-23 dan U-19 tersebut. Indonesia sudah menerapkan aturan tersebut. Pada Liga 1 2020, misalnya, standarisasi pelatih kepala dan asisten pelatih telah diatur pada Pasal 31 tentang Dokumen Pendaftaran Ofisial yang menyatakan bahwa pelatih kepala harus mempunyai lisensi AFC “A“ Coaching, UEFA A License atau yang setara, serta mendapatkan pengakuan dari AFC dengan dibuktikan dokumen RECC (Recognition of Experience and Current Competence). Baca juga: Indra: Ketum PSSI tak pernah sampaikan rencana naturalisasi pemain Pewarta: Shofi AyudianaEditor: Fitri SupratiwiCOPYRIGHT © ANTARA 2020 Let's block ads! (Why?)

Indra Sjafri paparkan lima keputusan dalam rapat Komite Teknik AFC
Jakarta (ANTARA) - Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri memaparkan lima hal yang dibahas dalam pertemuan virtual bersama dengan Komite Teknik Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pada Senin (9/11).

Pada rapat yang dihadiri Ketua Komite Teknik AFC Kohzo Tashima, Direktur Teknik AFC Andy Roxburg dan Sekjen AFC Dato’ Windsor John itu, disebutkan bahwa pembatalan atau penundaan beberapa event sepak bola di bawah AFC tidak boleh menjadi penghalang untuk memajukan sepak bola.

Adapun lima hal yang menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut beragam mulai dari pergantian musim Liga Champions Asia hingga kursus pelatihan dari AFC.

Baca juga: Menpora tanggapi kabar Piala Dunia U-20 yang tak masuk kalender AFC

“Terdapat lima keputusan dari rapat tersebut,” kata Indra Sjafri dalam laman resmi PSSI dikutip Selasa.

“Kelima keputusan itu adalah pergantian musim Liga Champions Asia (Proposal dari Asosiasi Sepak Bola Jepang), pertimbangan ulang dari Pengakuan Pengalaman dan Kompetensi Saat ini (RECC),

“...Regulasi dan panduan yang direvisi untuk piagam AFC Grassroots dan Youth Scheme AFC Elite, pembentukan panel pendidikan pelatih AFC Baru, AFC Grassroots Panel dan AFC Youth Panel, dan kursus pelatihan khusus AFC,” ujar Indra yang terpilih sebagai anggota Komite Teknik AFC periode 2019-2023 pada Desember lalu.

Terkait kursus pelatih, Indra menjelaskan bahwa AFC melarang anggotanya untuk menurunkan standarisasi sertifikat atau lisensi pelatih. Pelatih harus memenuhi syarat kualifikasi minimun yang telah ditetapkan oleh AFC, termasuk kualitas dalam melindungi pemain serta menjaga standar tim tetap tinggi.

Baca juga: FIFPRO kecewa AFC diam-diam pindahkan Liga Champions Asia ke Doha

Aturan juga berlaku untuk standardisasi pelatih kiper serta pelatih fisik. Selain pengalaman, mereka juga harus memiliki lisensi yang sesuai dengan standar AFC.

“Ini berlaku untuk pelatih lokal maupun asing. Khusus pelatih asing di Indonesia kami harus punya sertifikat atau lisensi yang diakui oleh AFC,” tutur pria yang pernah menjadi pelatih Timnas Indonesia U-23 dan U-19 tersebut.

Indonesia sudah menerapkan aturan tersebut. Pada Liga 1 2020, misalnya, standarisasi pelatih kepala dan asisten pelatih telah diatur pada Pasal 31 tentang Dokumen Pendaftaran Ofisial yang menyatakan bahwa pelatih kepala harus mempunyai lisensi AFC “A“ Coaching, UEFA A License atau yang setara, serta mendapatkan pengakuan dari AFC dengan dibuktikan dokumen RECC (Recognition of Experience and Current Competence).

Baca juga: Indra: Ketum PSSI tak pernah sampaikan rencana naturalisasi pemain

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Let's block ads! (Why?)