Pelaku bisnis perhotelan Jakarta optimis tingkat hunian naik 40 persen

kami perkirakan tingkat hunian bisa mencapai 40 persenJakarta (ANTARA) - Pelaku di bisnis perhotelan di Jakarta optimis tingkat hunian akan mengalami kenaikan di era normal baru rata-rata 40 persen."Dengan adanya pelonggaran di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi ini, kami perkirakan tingkat hunian bisa mencapai 40 persen," kata Ahmad Hifni, General Manager Aston Bellevue Radio Dalam, dalam jumpa pers virtual, di Jakarta, Sabtu. Ahmad mengatakan hotel-hotel di Jakarta siap untuk menggerakkan roda ekonomi di Jakarta. Ahmad menambahkan, dalam era PSBB transisi saat ini, pihaknya menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. "Kesemua itu untuk untuk menjaga para tamu hotel serta karyawan dalam kondisi yang sehat, aman, dan nyaman dengan memastikan kondisi hotel tetap higienis dengan selalu melakukan 'treatment' secara berkala,” ujarnya. Baca juga: Jangan lupakan peran hotel di tengah pandemi Ahmad mengatakan untuk menjaring tamu, hotel berkapasitas 156 kamar ini menggandeng kerja sama dengan agen daring (online travel agent/ OTA'S). Disamping itu untuk mengoptimalkan ruang pertemuan, Ahmad mengatakan telah mengembangkan bisnis bisnis MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) berkerjasama dengan pemerintah dan korporasi. "Khusus untuk pemerintah saat ini penyelenggaraan rapat-rapat tidak diperkenankan ke luar daerah, solusinya memanfaatkan hotel-hotel yang ada di Jakarta," kata Ahmad. Dedi Setiadi pemilik Aston Bellevue Radio Dalam optimis sektor hotel mampu kembali bangkit tentunya dengan meningkatkan layanan untuk mengantisipasi wabah COVID-19 di antaranya penerapan protokol kesehatan yang ketat. "Monitor suhu pengunjung, penyediaan cairan disinfektan, serta sterilisasi karyawan hotel sampai kepada petugas pembersih kamar sudah menjadi standar agar pengunjung merasa aman dan nyaman," kata Dedi. Baca juga: REI DKI harapkan keringanan pajak hotel dan restoran Sedangkan Ketua Umum Dewan Pengurus Daerah REI DKI Jakarta, Arvin Iskandar mengatakan hotel di Jakarta merupakan sektor yang paling terpukul akibat wabah COVID-19. "Seharusnya ada kebijakan dari pemerintah mulai dari keringanan pajak sampai diskon tarif listrik semata-mata untuk mengamankan para pekerja di sektor ini," jelas Arvin. Arvin mendukung kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang secara bertahap mulai membuka sektor usaha sehingga sektor hotel kini secara bertahap mulai pulih. Pewarta: Ganet DirgantaraEditor: Edy SujatmikoCOPYRIGHT © ANTARA 2020 Let's block ads! (Why?)

Pelaku bisnis perhotelan Jakarta optimis tingkat hunian naik 40 persen
kami perkirakan tingkat hunian bisa mencapai 40 persenJakarta (ANTARA) - Pelaku di bisnis perhotelan di Jakarta optimis tingkat hunian akan mengalami kenaikan di era normal baru rata-rata 40 persen."Dengan adanya pelonggaran di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi ini, kami perkirakan tingkat hunian bisa mencapai 40 persen," kata Ahmad Hifni, General Manager Aston Bellevue Radio Dalam, dalam jumpa pers virtual, di Jakarta, Sabtu. Ahmad mengatakan hotel-hotel di Jakarta siap untuk menggerakkan roda ekonomi di Jakarta. Ahmad menambahkan, dalam era PSBB transisi saat ini, pihaknya menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. "Kesemua itu untuk untuk menjaga para tamu hotel serta karyawan dalam kondisi yang sehat, aman, dan nyaman dengan memastikan kondisi hotel tetap higienis dengan selalu melakukan 'treatment' secara berkala,” ujarnya. Baca juga: Jangan lupakan peran hotel di tengah pandemi Ahmad mengatakan untuk menjaring tamu, hotel berkapasitas 156 kamar ini menggandeng kerja sama dengan agen daring (online travel agent/ OTA'S). Disamping itu untuk mengoptimalkan ruang pertemuan, Ahmad mengatakan telah mengembangkan bisnis bisnis MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) berkerjasama dengan pemerintah dan korporasi. "Khusus untuk pemerintah saat ini penyelenggaraan rapat-rapat tidak diperkenankan ke luar daerah, solusinya memanfaatkan hotel-hotel yang ada di Jakarta," kata Ahmad. Dedi Setiadi pemilik Aston Bellevue Radio Dalam optimis sektor hotel mampu kembali bangkit tentunya dengan meningkatkan layanan untuk mengantisipasi wabah COVID-19 di antaranya penerapan protokol kesehatan yang ketat. "Monitor suhu pengunjung, penyediaan cairan disinfektan, serta sterilisasi karyawan hotel sampai kepada petugas pembersih kamar sudah menjadi standar agar pengunjung merasa aman dan nyaman," kata Dedi. Baca juga: REI DKI harapkan keringanan pajak hotel dan restoran Sedangkan Ketua Umum Dewan Pengurus Daerah REI DKI Jakarta, Arvin Iskandar mengatakan hotel di Jakarta merupakan sektor yang paling terpukul akibat wabah COVID-19. "Seharusnya ada kebijakan dari pemerintah mulai dari keringanan pajak sampai diskon tarif listrik semata-mata untuk mengamankan para pekerja di sektor ini," jelas Arvin. Arvin mendukung kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang secara bertahap mulai membuka sektor usaha sehingga sektor hotel kini secara bertahap mulai pulih. Pewarta: Ganet DirgantaraEditor: Edy SujatmikoCOPYRIGHT © ANTARA 2020 Let's block ads! (Why?)