Terima dana pemerintah, Mandiri siap bantu korporasi dan UMKM

Kami akan masuk di sektor-sektor tertentu yang kami rasa kami siap untuk perkembangannya. Sebagai contoh kami lebih banyak di korporasi, tapi bukan berarti kami tidak masuk di UMKM juga.Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero)...

Terima dana pemerintah, Mandiri siap bantu korporasi dan UMKM

Kami akan masuk di sektor-sektor tertentu yang kami rasa kami siap untuk perkembangannya. Sebagai contoh kami lebih banyak di korporasi, tapi bukan berarti kami tidak masuk di UMKM juga.

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Royke Tumilaar menyatakan siap menyalurkan kredit untuk membantu korporasi serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terdampak COVID-19 agar bisa pulih, setelah bank tersebut mendapat suntikan dana dari pemerintah.

"Kami akan masuk di sektor-sektor tertentu yang kami rasa kami siap untuk perkembangannya. Sebagai contoh kami lebih banyak di korporasi, tapi bukan berarti kami tidak masuk di UMKM juga," ujar Royke saat jumpa pers usai rapat antara Himbara dengan OJK di Jakarta, Rabu.

Royke menuturkan pihaknya akan terus menyalurkan pembiayaan sepanjang situasi memungkinkan untuk melakukan ekspansi di tengah pandemi. "Jadi tetap kami akan melihat apa protokol kesehatan itu harus dijaga dalam konteks ekspansi," katanya.

Baca juga: Ekonom nilai dana pemerintah pada bank himbara mampu dorong UMKM

Selain itu, Royke menilai pelonggaran-pelonggaran yang diberikan sejumlah pemerintah daerah bisa menjadi salah satu pemicu peningkatan penyaluran kredit Bank Mandiri.

"Itu akan menjadi "trigger" juga, membantu kami melakukan penetrasi yang lebih dalam lagi ke depan. Di sektor perdagangan, hotel dan segala macam, mungkin jadi prioritas di kami," ujar Royke.

Bank Mandiri mendapatkan tambahan likuiditas berupa penempatan dana sebesar Rp10 triliun dari total Rp30 triliun yang diberikan pemerintah kepada bank Himbara.

Baca juga: Sri Mulyani: pemerintah terus pantau penggunaan dana Rp30 triliun

Bank Mandiri akan memberikan kredit untuk meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif atau sektor riil, padat karya, ketahanan pangan, dan mendukung sistem logistik nasional dengan total penyaluran Rp21 triliun selama tiga bulan.

Rinciannya yaitu untuk segmen mikro, kredit usaha mikro (KUM), dan kredit usaha rakyat (KUR) senilai Rp6 triliun dengan target sekitar 72 ribu debitur akan fokus di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, jasa produksi, industri pengolahan, perdagangan, pariwisata dan sektor lain yang mendukung ketahanan pangan.

Baca juga: Sri Mulyani paparkan penggunaan dana pemerintah oleh bank mitra

Untuk segmen mikro dan kredit serbaguna mikro (KSM) dengan target 15 ribu debitur senilai Rp1 triliun akan fokus di sektor pertanian, peternakan, pengolahan, jasa, dan perdagangan. Untuk segmen UKM senilai Rp6 triliun dengan target seribu debitur akan fokus di sektor konstruksi, kesehatan, perkebunan, pertanian, perdagangan, pariwisata, dan koperasi.

Sementara itu, untuk segmen komersial senilai Rp4 triliun dengan target 90 debitur akan fokus di sektor pertambangan, energi, FMCG, pariwisata, kontraktor, pertanian, dan perkebunan. Untuk segmen korporasi senilai Rp4 triliun dengan target 10 debitur akan fokus di sektor BUMN pupuk, transportasi, dan logistik.

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Let's block ads! (Why?)