UI perkenalkan teknologi kemasan produk industri rumahan

produsen makanan olahan perlu memahami tentang jenis kemasan yang dapat menjaga kualitas dan ketahanan sesuai produk yang dipasarkan.Depok (ANTARA) - Universitas Indonesia (UI) mengenalkan teknologi kemasan produk industri rumahan pada kegiatan...

UI perkenalkan teknologi kemasan produk industri rumahan

produsen makanan olahan perlu memahami tentang jenis kemasan yang dapat menjaga kualitas dan ketahanan sesuai produk yang dipasarkan.

Depok (ANTARA) - Universitas Indonesia (UI) mengenalkan teknologi kemasan produk industri rumahan pada kegiatan Pengabdian Masyarakat (Pengmas) di wilayah Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, agar masyarakat setempat mampu mengimbangi dan bersaing dalam bidang ekonomi.

Dosen Fakultas Teknik UI, Dr Ir Asep Handaya Saputra M.Eng di Depok, Minggu mengatakan untuk menjaga kualitas dan kuantitas produk industri rumahan olahan makanan maka diperlukan suatu kemasan yang dapat menjaga daya tahan produk makanan agar tetap aman dikonsumsi masyarakat.

Untuk itu katanya produsen makanan olahan perlu memahami tentang jenis kemasan yang dapat menjaga kualitas dan ketahanan sesuai produk yang dipasarkan. "Ada beberapa macam kemasan yang dapat menjaga ketahanan dan kualitas produk olahan makanan," ujar Asep.

Pria yang bertugas di Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik tersebut menjelaskan, Silica Gel adalah butiran berbentuk kecil dan sangat berpori yang terbuat dari bahan natrium silikat dengan cara sintetis.

Silika Gel berfungsi untuk menjaga makanan untuk memiliki ketahanan lebih lama sehingga mencegah olahan makanan berjamur. Silika Gel memiliki dua jenis yakni silika gel putih dan natural.

Untuk silika gel putih umumnya digunakan pada industri farmasi, kertas, mebel, tekstil, kerajinan tangan. Sedangkan silika gel natural dapat digunakan untuk olahan makanan kering, dan industri farmasi.

Jenis makanan yang basah, untuk menjaga kualitas makanan bisa menggunakan froozen Food, sambung Asep, Untuk memperoleh hasil yang terbaik dan kualitas tidak kalah dari produk pabrik besar, masyarakat dapat mengikuti pengamasan produk makanan beku. Suhu penyimpanan yang digunakan tidak boleh lebih dari -180 Celcius (delapan belas derajat celcius).

Dengan memperhatikan langkah tersebut lanjut Asep produk yang terjaga kualitasnya dan keamanan makanan terjamin, dapat dipastikan industri rumahan mampu bersaing dengan industri besar.

Asep mengungkapkan, menjaga kualitas makanan suatu produk harus didukung dari kemasan yang dapat mengawetkan makanan. Produsen olahan makanan harus memperhatikan pengemasan yang dapat melindungi makanan dari kekeringan selama disimpan di dalam freezer. Pengemasan makanan beku yang tepat dapat menjaga rasa, warna, kandungan air, dan nutrisi makanan yang terdapat dalam froozen food.

Sebaiknya kemas bahan makanan dengan cara vacum untuk hasil yang lebih maksimal, jelasnya.

Asep menuturkan, kemasan yang cocok untuk makanan yakni menggunakan plastik vacum. Plastik vacum digunakan sebagai kemasan yang aman untuk produk makanan dan bahan makanan yang dapat menjamin kualitas makanan yang ada didalamnya.

Plastik vakum akan menjaga kualitas produk lebih lama dibandingkan menggunakan plastik biasa karena udara yang ada didalam kemasan tidak ada, sehingga kecil kemungkinan terjadi pembusukan dalam kemasan.

Di depan puluhan peserta, Asep mengatakan ada dua jenis plastik vakum yang dapat digunakan industri rumahan olahan makanan, yakni Vacuum Bag Center Side Seal dan Vacuum Bag Three Side Seal.

Vacuum Bag Center Side Seal merupakan kemasan kedap udara yang diberik perekat atau seal pada bagian tengah, untuk mempermudah membuka kemasan. Vacuum Bag Center Side Seal cocok digunakan olahan roti.

Vacum Bag Three Side Seal, lanjut Asep tidak jauh berbeda dengan Vacuum Bag Center Side Seal namun produk tersebut memiliki tiga sisi bagian yang diberi perekat. Sangat efektif digunakan untuk mengemas berbagai macam produk sehingga banyak digunakan para pelaku usaha yang bergerak dibidang makan ringan, makanan beku, sosis, beras, dan gula.

"Mesin atau vacuum menjadi salah satu kunci ketahanan produk," ujarnya.

Asep memaparkan, Vacuum Sealer yang paling banyak digunakan berbagai macam produk baik makanan maupun bukan makanan. Hal itu lantaran pada proses pengemasan mesin akan menyedot keluar udara yang terdapat pada kemasan sehingga produk kemasan akan berada pada kondisi hampa udara.

Baca juga: Alasan 95 persen produk baru gagal di pasar

Umumnya kemasan yang dikemas menggunakan Vacuum Sealer akan menjaga kualitas produk mulai dari satu minggu hingga satu bulan tergantung dari jenis produk yang dikemas untuk dipasarkan.

Salah satu peserta Hartati mengapresasi pengabdian masyarakat UI dari Fakultas Teknik Departemen Teknik Kimia UI, memberikan gambaran hingga praktek langsung pengemasan olahan makanan.

Menurutnya, pemberian pemahaman pengemasan memberikan wawasan baru terhadap menjaga kualitas dan kuantitas produk.

Hartati menilai, selama ini yang dia gunakan sebagai kemasan tidak dapat bertahan dengan lama sehingga berpengaruh teradap omzet produk yang dia jual, yakni olahan makanan pempek.

Dengan adanya pemahaman pengemasan yang didapatkan, bukan tidak mungkin lagi Hartati akan beranjak menggunakan kemasan yang lebih menjaga kualitas dan daya tahan produk, sehingga olahan makanannya dapat lebih bertahan lama dengan kualitas yang lebih terjami dengan tidak menggunakan bahan pengawet.

Apalagi, dengan kemasan yang tahan lama, memungkinkan dirinya untuk memasarkan produk dengan cara langsung kepada pembeli maupun melalui online shop.

"Dengan pengemasan yang tahan lama pembeli saya tidak perlu ragu apabila memesan melalui online shop," demikian Hartati.

 

Kolaborasi kunci sukses koperasi di era milenial

Pewarta: Feru Lantara
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Let's block ads! (Why?)